Ahad, 22 Mei 2011

ketika bahagia

Terkadang kita merasa bahagia karena suatu hal. Ketika kita dapat bertemu kembali dengan keluarga yang sudah sekian lama berpisah. Ketika seorang pujaan hati menyatakan perasaan yang sama kepada kita. Ketika mendapat rezeki yang melimpah. Masih banyak kejadian-kejadian yang bisa membuat kita merasa bahagia.
Bersyukurlah karena kita sebagai manusia dikaruniai kemampuan untuk merasa bahagia. Tidak seperti robot yang hidupnya terasa hambar alias datar.

Namun apa jadinya jika kebahagiaan yang kita rasakan tidak disertai kesadaran bahwa Allahlah yang telah memberikan sesuatu hal itu yang membuat kita bahagia? Padahal kalau kita menyadari bahwa itu semua adalah pemberian Allah untuk kita, tentu kita akan merasa lebih bahagia lagi. Karena dengan mengingat bahwa kabahagiaan itu datangnya dari Allah, kita akan tahu betapa Allah memerhatikan kita. Bukankah itu sebuah kebahagiaan yang begitu manis? Dan bahkan jika kita mensyukuri akan nikmat yang Allah berikan, Allah akan menambah nikmat tersebut.

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.

Oleh Karena itu, ketika kita sedang merasakan kebahagiaan hendaknya kita mengingat bahwa itu semua adalah pemberian Allah.-081-

Tiada ulasan:

Catat Ulasan